SIAP BERBURU CUAN? SIMAK KABAR PASAR TERLEBIH DAHULU

Untuk kamu yang sudah siap untuk melakukan investasi saham pada beberapa perusahaan, yang memang sudah kamu incar sebelumnya. Ada baiknya untuk kamu mencaritahu tentang kabar yang sedang terjadi dari pasar tersebut. Karena hal ini dapat menjadi pertimbangan untuk kamu, untuk dapat mendapatkan hal sesuatu yang maksimal maka tidak ada salahnya untuk mencari tahu sesuatunya terlebih dahulu. Karena pada hari Senin di tanggal 26 Januari 2020 ini, IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan itu terkoreksi agresif pada awal perdagangan. Lalu terjadi penurunan yang dimana angkanya itu melebihi dari 2,5 persen, hal ini terjadi hingga perdagangan tersebut berakhir.

Ketika itu IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi dengan jumlah 0,77 persen yang berada pada level 6.258,57 poin. Bila dilihat dari data BEI atau Bursa Efek Indonesia itu memperlihatkan bahwa nilai transaksi yang sudah terjadi di hari yang lalu mencapai angka Rp 17,04 triliun, dengan frekuensi itu berada di jumlah 1,26 juta kali. Terjadi koreksi pada IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan ini tidak menutup para investor asing yang akan melakukan transaksi. Para investor asing melakukan aksi beli bersih yang jumlahnya itu Rp 154,43 miliar. IHSG yang melemah ini sepertinya respons dari pelaku pasar, karena kebijakan pemerintah yang memperpanjang PPKM atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Berikut terdapat beberapa kabar dari emiten sebelum kamu akan melakukan perburan cuan.

1.Ancol Menerbitkan Utang lagi Rp 731 M

Ancol Menerbitkan Utang lagi Rp 731 M

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk atau PJAA ini sudah memiliki rencana untuk menghimpun dana dengan cara penerbitan obligasi yang berjumlah Rp 731 miliar. Persereoan yang akan menerbitkan obligasi bekerlanjutan II Jaya Ancol Tahap II ini rencana akan dibagi menjadi tiga seri.

Untuk obligasi seri A akan menawarkan pokok sejumlah Rp 516 miliar yang mempunyai tingkat bunga tetap itu sejumlah 7,25 persen. Jangka waktu yang diterapkan untuk obligasi seri A ini adalah 370 hari dari tanggal emisi. Untuk obligasi seri B itu menawarkan pokok sejumlah Rp 149,60 miliar yang mempunyai tingkat bunga tetap sebesar 8,90 persen, dengan jangka waktu 3 tahun. Untuk obligasi seri C menawarkan pokok obligasi sejumlah Rp 65,4 miliar yang memiliki tingkat bunga tetap 9,60 persen, dengan jangka waktu 5 tahun.

2.Harga IPO Widodo Makmur Rp 180

Harga IPO Widodo Makmur Rp 180

Hal yang akan dilakukan oleh perusahaan peternakan PT Widodo Makmur Unggas ini adalah dengan melepaskan saham sebesar 15 persen atau sama dengan Rp 1,94 miliar pemelikan saham di dalam penawaran umum saham perdana perusahaan. Untuk jumlah yang dikeluarkan ini memang memiliki angka yang lebih rendah.

Yang dimana pada rencana sebelumnya itu saham yang akan dilepas itu berjumlah 5,92 miliar atau setara dengan 35 persen sesudah terjadinya penawaran umum. Bila dilihat dari prospectus yang sudah diluncurkan perusahaan, saham ini dilego sejumlah Rp 180 per saham. Maka perusahaan akan mendapatkan dana sejumlah Rp 349,41 miliar.

3.Emiten Milik Sandi Rilis Bond Rp 4,4 T

Emiten Milik Sandi Rilis Bond Rp 4,4 T

Terdapat penawaran surat utang yang denominsai dolar sejumlah US$ 300 juta atau sama dengan Rp 4,47 triliun, penawaran ini dikeluarkan oleh PT Tower Bersama Infrastructure Tbk atau TBIG. Memiliki asumsi kurs per 30 september 2020 yaitu Rp 14.918 per US$. Melihat dari sisi ekuitas perusahaan itu sejumlah Rp 6,60 T.

Sehingga penerbitan dari notes ini berjumlah 67,8 persen dari ekuitas TBIG. Mempunyai tingkat bunga tetap sejumlah 2,75 persen, yang dimana bunga ini dibayarkan pada setiap enam bulan. Pembayaran bunga ini akan dimulai dari tanggal 20 Juli 2021.

Itulah beberapa kabar pasar yang harus kamu ketahui sebelum berburu cuan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *