Saham ANTM dan Curahan Investor

Saham PT Aneka Tambang Tbk, tengah mengalami nasib buruk dalam lima sesi perdagangan terakhir.

Investor mulai cemas akan laju Antam yang akan bergerak seperti saham emiten farmasi yang amblas sebelas sesi berturut – turut.

Pasar modal memang merupakan tempat yang tak kenal ampun. Begitulah kata Lo Kheng Hong dalam beberapa kali diskusi soal pasar modal.

Pasar modal juga menjadi tempat yang kejam bagi para investor modal nekat yang tidak tahun fundamental perusahaan yang dibeli.

Namun, pasar modal akan menjadi harta karun kekayaan terbesar bila investor cermat dalam memahami jeroan perusahaan yang mereka beli.

Bagi pak Lo, sapaan Lo Kheng Hong, sangat penting untuk mengetahui fundamental perusahaan. Pak Lo yang sudah lebih dari 30 tahun berkecimpung di pasar modal tidak akan membeli kucing dalam karung, apalagi mengikuti rekomendasi para influencer.

Antam seperti halnya emas menjadi rising star. Sepanjang 2020 saham Antam melesat 131.43% ke level 1.935. angka itu jauh lebih tinggi dari kenaikan harga emas dunia sebesar 25%.

Saham Antam juga mulai melejit fi Oktober 2020 saat pemerintah berniat mendirikan Indonesia Holding Battery dimana Antam menjadi anggota konsorsium.

Holding dibentuk guna menggenjot hilirisasi nikel, produk mineral penting dalam rantai pasok kendaraan listrik.

Sebagai produsen nikel nomor wahid di dunia, posisi Indonesia sangat diperhitungkan bagi investor yang ingin membangun pabrik baterai.

CEO Tesla Elon Musk juga pernah memuji cadangan nikel Indonesia. Pada 27 Juli 2020 lalu, Elon Musk yang kini menjadi orang terkaya di dunia menyebut bahwa nikel menjadi tantangan terbesar untuk produksi baterai dengan daya tahan tinggi dan produksi massal.

“Nikel adalah tantangan terbesar untuk [produksi] baterai dengan daya tahan tinggi dan produksi massal. Australia & Kanada dengan cukup baik. Produksi nikel AS secara obyektif sangat timpang. Indonesia hebat!” ungkap Elon Musk di Twitter.

Sentiment Tesla menjadi katalis positif bagi pergerakan saham ANTM. Tesla dan Elon Musk seolah menjadi juru selamat bagi saham ANTM sedang terpuruk.

Secara kumulatif sejak awal tahun hingga 27 Januari 2021, saham ANTM masih menguat 31,78 persen. Namun, sejak menyentuh level 3.180 pada 14 Januari 2021, hawa tidak sedap mulai menyergap.

Dalam dua sesi beruntun (18 dan 19 Januari 2021), saham ANTM terkena auto reject bawah (ARB). Pergerakan saham ANTM saat itu bikin waswas karena ditimpa sentimen negatif dari pemberitaan soal gugatan 1,1 ton emas atau setara Rp817 miliar.

Saham PT Aneka Tambang Tbk, tengah mengalami nasib buruk dalam lima sesi perdagangan terakhir.

Investor mulai cemas akan laju Antam yang akan bergerak seperti saham emiten farmasi yang amblas sebelas sesi berturut – turut.

Pasar modal memang merupakan tempat yang tak kenal ampun. Begitulah kata Lo Kheng Hong dalam beberapa kali diskusi soal pasar modal.

Pasar modal juga menjadi tempat yang kejam bagi para investor modal nekat yang tidak tahun fundamental perusahaan yang dibeli.

Namun, pasar modal akan menjadi harta karun kekayaan terbesar bila investor cermat dalam memahami jeroan perusahaan yang mereka beli.

Bagi pak Lo, sapaan Lo Kheng Hong, sangat penting untuk mengetahui fundamental perusahaan. Pak Lo yang sudah lebih dari 30 tahun berkecimpung di pasar modal tidak akan membeli kucing dalam karung, apalagi mengikuti rekomendasi para influencer.

Antam seperti halnya emas menjadi rising star. Sepanjang 2020 saham Antam melesat 131.43% ke level 1.935. angka itu jauh lebih tinggi dari kenaikan harga emas dunia sebesar 25%.

Saham Antam juga mulai melejit fi Oktober 2020 saat pemerintah berniat mendirikan Indonesia Holding Battery dimana Antam menjadi anggota konsorsium.

Holding dibentuk guna menggenjot hilirisasi nikel, produk mineral penting dalam rantai pasok kendaraan listrik.

Sebagai produsen nikel nomor wahid di dunia, posisi Indonesia sangat diperhitungkan bagi investor yang ingin membangun pabrik baterai.

CEO Tesla Elon Musk juga pernah memuji cadangan nikel Indonesia. Pada 27 Juli 2020 lalu, Elon Musk yang kini menjadi orang terkaya di dunia menyebut bahwa nikel menjadi tantangan terbesar untuk produksi baterai dengan daya tahan tinggi dan produksi massal.

“Nikel adalah tantangan terbesar untuk produksi baterai dengan daya tahan tinggi dan produksi massal. Australia & Kanada dengan cukup baik. Produksi nikel AS secara obyektif sangat timpang. Indonesia hebat!” ungkap Elon Musk di Twitter.

Sentiment Tesla menjadi katalis positif bagi pergerakan saham ANTM. Tesla dan Elon Musk seolah menjadi juru selamat bagi saham ANTM sedang terpuruk.

Secara kumulatif sejak awal tahun hingga 27 Januari 2021, saham ANTM masih menguat 31,78 persen. Namun, sejak menyentuh level 3.180 pada 14 Januari 2021, hawa tidak sedap mulai menyergap.

Dalam dua sesi beruntun (18 dan 19 Januari 2021), saham ANTM terkena auto reject bawah (ARB). Pergerakan saham ANTM saat itu bikin waswas karena ditimpa sentimen negatif dari pemberitaan soal gugatan 1,1 ton emas atau setara Rp817 miliar.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *