Saham Tesla Anjlok, Elon Musk Geser Dari Orang Terkaya di Dunia

Bos produsen mobil listrik Tesla Elon Musk telah kehilangan gelarnya sebagai orang terkaya di dunia setelah saham Tesla merosot baru – baru ini.

Pasalnya, Tesla menjadi pendorong utama kekayaan Musk. Saham Tesla telah jatuh lebih dari 20$ sejak mencapai tertinggi lebih dari US$ 880 di awal Januari lalu.

Penurunan tersebut dikaitkan dengan turunnya nilai Bitcoin beberapa hari belakangan ini. Bitcoin sendiri menjadi seakan terikat dengan Tesla karena perusahaan telah membeli Bitcoin senilai US$ 1,5 miliar dan berencana uang kripto tersebut diizinkan untuk transaksi membeli mobil listriknya.

Analis Wedbush Securities Dan Ives mengungkap penurunan nilai bitcoin mungkin telah mendorong beberapa investor Tesla untuk menjual saham mereka.

“Oleh Musk dan Tesla yang secara agresif merangkul bitcoin investor mulai mengikat Bitcoin dan Tesla,” katanya.

Sebelumnya, nilai Bitcoin melonjak hampir 50% dalam beberapa minggu setelah Tesla mengungkapkan telah membeli US$ 1,5 Miliar dari mata uang tersebut dan berencana untuk menerimanya sebagai pembayaran.

Namun sejak naik di atas US$ 57.000 cryptocurrency itu turun hampir 20% dan kini menjadi kurang dari US$ 48.000.

Anjloknya nilai Bitcoin juga diduga merupakan dorongan dari komentar Menteri Keuangan AS Janet Yellen yang menyuarakan peringatan mengenai Bitcoin.

Ia menyebut menggunakan bitcoin merupakan cara yang sangat tidak efisien dalam melakukan transaksi.

Menurunnya kekayaan Elon Musk telah terjadi sejak saham Tesla turun 8% dan menyebabkan Musk kehilangan US$ 15 miliar dari kekayaan bersihnya, menurut Bloomberg. Saham tesla juga turun 2% lebih lanjut pada hari Selasa.

Kicauan Musk di media sosial Twitter juga terkenal memicu pergerakan tajam di saham Tesla, termasuk tahun lalu ketika perusahaan kehilangan US$ 14 miliar dalam nilai pasar setelah Musk menulis bahwa harga sahamnya terlalu tinggi.

Para investor Tesla Inc ramai-ramai menjual kepemilikan sahamnya setelah harga mata uang kripto bitcoin anjlok 11% menjadi US$ 48.207 atau setara Rp 679 juta (kurs Rp 14.085).

Padahal, sebelumnya harga bitcoin sempat melambung ke level US$ 58.354 atau Rp 816,9 juta per keping pada Senin 22 Februari lalu.

Akibatnya, saham Tesla yang baru saja membeli bitcoin hingga US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 21 triliun ikut anjlok. Dilansir dari Reuters, Rabu 24 Februari 2021, saham Tesla anjlok 13,4%.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *